Quiz Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam untuk Sekolah Dasar bagian 1

Mutiara's Land

Syukur Alhamdulillah bisa turut mengupload hasil pembuatan Quiz Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam untuk Sekolah Dasar.

Quiz ini masih dalam tahap pengembangan standar, tapi Insyaallah sudah dapat digunakan sebagai selingan guru ketika mengajar dalam pemberian soal-soal latihan kepada siswa.

link download bisa disini

https://drive.google.com/open?id=0B1vz99hKU93xdTY4bUNQVFRRazQ&authuser=0

Jangan lupa, setelah download dan mencoba, yuk mari beri komentar mengenai kekurangan dari quiz tersebut. Tujuannya sebagai bahan evaluasi bagi pengembang. Kritik, komentar, dan saran bisa dikirim ke fhatrina.mutiara@gmail.com dengan subject QUIZ IPA SD PART 1, lalu sebutkan nama dan asalnya.

Terimakasih banyak atas perhatiannya.. Tunggu kembali karya-karya media pembelajaran berikutnya.

Lihat pos aslinya

Iklan

Anak Muda Indonesia penuh Karya

Beberapa waktu ini, Indonesia menjadi heboh dengan kembalinya “Putra Petir” Ricky Elson yang telah hidup mapan di Jepang tetapi masih mau untuk berbagi dengan Indonesia, alias pulang kembali untuk dapat membangun Negeri lewat pembangunan Kincir Angin dan Mobil Listrik.
Dahlan Iskan, yang menjadi menteri saat ini pun rela untuk dapat memberikan seluruh gajinya sebagai seorang menteri untuk dapat mendukung dua program made in Indonesia tersebut.

Tidak hanya Ricky, berikut adalah anak-anak muda yang memiliki segudang karya, yuk kita kenali satu-persatu mereka..

Prof Nelson Tansu, PhD- Pakar Teknologi Nano

Nelson merupakan pakar teknologi nano yang sekarang berkantor di Universitas Lehigh, Pennsyvania, Amerika. Fokus dari teknologi nano yang dikembangkan adalah bidang eksperime mengenai semikonduktor yang berstruktur nan0. Teknologi nano merupakan suatu inovasi penting bagi perkembangan sains. Salah satu penemuan dari Nelson adalah mampu memberdayakan sinar laser dengan listrik superhemat. Sementara sinar laser biasanya perlu listrik 100 watt, di tangannya cuma perlu 1,5 watt. Selain itu, masih banyak penemuan-penemuan Nelson yang membuat dunia berdecak kagum. Di usia yang belum 32 tahun, Nelson diangkat sebagai profesor di Universitas Lehigh. Itu setelah ia memecahkan rekor menjadi asisten profesor termuda sepanjang sejarah pantai timur di Amerika. Ia menjadi asisten profesor pada usia 25 tahun

Meskipun telah meraih kesuksesan di luar negeri, tentu saja itu bukan halangan Nelson untuk dapat berpindah kewarganegaraan menjadi Amerika. Akan tetapi, kecintaannya terhadap bangsa ini masih tetap meneguhkan hatinya untuk memilih Indonesia sebagai kewarganegaraannya. Bahkan, hingga saat ini Nelson masih getol untuk mengajak mahasiswa Indonesia melanjutkan riset s-2 dan s-3 di universitasnya bekerja.

Prof Dr. Khoirul Anwar

Khoirul Anwar merupakan anak Indonesia jenius yang saat ini berdomisili di Jepang. Khoirul Anwar berasal dari Dusun Jabon, Desa Juwet, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Hingga saat ini, Khoirul Anwar telah memiliki dua hak paten penting dalam bidang komunikasi.  Khoirul Anwar adalah seorang Graduated from Electrical Engineering Department, Institut Teknologi Bandung (with cum laude honor) in 2000. Master and Doctoral degree is from Nara Institute of Science and Technology (NAIST) in 2005 and 2008, respectively. Dr. Anwar is a recipient of IEEE Best Student Paper award of IEEE Radio and Wireless Symposium (RWS) 2006, California, USA.

Prof Dr. Khoirul Anwar memiliki paten sistem telekomunikasi 4G berbasis OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing) adalah seorang Warga Negara Indonesia yang kini bekerja di Nara Institute of Science and Technology, Jepang.

Profesor Dr. Ken Kawan Soetanto – Peraih Empat Gelar Doktor dan Juga Peraih 31 Paten di Jepang

Profesor Soetanto merupakan warga asli Surabaya yang telah mencapai puncak kesuksesannya dalam usia 37 tahun.

Prestasi akademik Soetanto bisa dibilang di atas rata-rata. Misalnya, pada 1988-1993, dia tercatat sebagai direktur Clinical Education and Science Research Institute (CERSI) merangkap associate professor di Drexel University dan School Medicine at Thomas Jefferson University, Philadelphia, AS.

Dia juga pernah tercatat sebagai profesor di Biomedical Engineering, Program University of Yokohama (TUY). Selain itu, pria kelahiran 1951 tersebut saat ini masih terdaftar sebagai prosefor di almameternya, School of International Liberal Studies (SILS) Waseda University, serta profesor tamu di Venice International University, Italia.

Otak arek Suroboyo itu memang brilian. Dia berhasil menggabungkan empat disiplin ilmu berbeda. Hal tersebut terungkap dari empat gelar doktor yang diperolehnya. Yakni, bidang applied electronic engineering di Tokyo Institute of Technology, medical science dari Tohoku University, dan pharmacy science di Science University of Tokyo. Yang terakhir adalah doktor bidang ilmu pendidikan di almamater sekaligus tempatnya mengajar, Waseda University.

 

Berkaca dari karya yang dimiliki oleh Anak bangsa tersebut, maka malu rasanya apabila sebagai generasi muda yang berada di negara Indonesia sendiri justru malah tidak mampu bekerja keras untuk mewujudkan mimpinya, mimpi keluarganya, atau bahkan mimpi negaranya.

Entrepreneurship pada Anak.. Mengapa Tidak? (bagian 2)

ini bagian kedua dari pengalaman saya mengajarkan entrepreneurship pada anak.

Simak ya… ^.^

Setelah kongsi dimulai pun saya segera berangkat untuk “kulakan”. yes! saya tidak mau membuat kecewa dengan menunda-nunda waktu. karena masih merasa pembelajaran Entrepreneurship ini dimulai, maka saya tidak mengambil banyak barang terlebih dahulu. yaaahh itung-itung saya ingin tau bagaimana awal mereka berjualan… 🙂

Dengan sebelumnya mengadakan perjanjian, maka mulailah di Dhia ini berjualan di teman-teman sekolahnya. WOW, gak disangka 2 hari kemudian, Dhia kembali karena dagangan habis!… gak disangka sama sekali.. ternyata apabila diberi tantangan seperti itu, anak akan lebih tertarik untuk dapat membuktikan kemampuannya.

Dari cerita yang sudah saya sampaikan berikut, apa ada yang bisa mengambil hikmah? (*.*)

Berikut, saya hendak memberikan beberapa tips dalam mengajarkan entrepreneurship pada anak:

  1. Percayalah pada anak. Jangan pernah menganggap remeh anak dengan mengatakan, “Masa kamu bisa sih?” atau “Ngerti gak nanti kamu soal uang?”. Percayalah, apabila anak diberi kesempatan untuk dapat mengerjakan sesuatu, maka dia akan berusaha untuk membuktikannya pada kita. ^^
  2. Beri penjelasan. Jangan hanya membekali anak dengan modal berwirausaha tanpa memberikan mereka ilmunya! Dengan adanya penjelasan, anak akan belajar memahami bagaimana cara berwirausaha. Itu dapat mereka gunakan untuk memecahkan problem yang terjadi selama mereka berwirausaha.
  3. Seringlah mengontrol. Bukan berarti terus-terusan bertanya kepada anak, mereka pasti akan risih dan merasa tidak dipercayai. Buatlah secara berkala, waktu untuk sama-sama berbicara tentang kesulitan apa yang mereka hadapi ketika berwirausaha.
  4. Berilah sesuai dengan kemampuan anak. Jangan memberikan beban yang diluar kemampuan mereka, dengan maksud jangan memberikan beban yang belum sesuai dengan tahap pembelajarannya. Berilah modal sesuai dengan kemampuan anak.
  5. Selamat Mencoba ^.^! Semangat menjadi Orang Tua yang Hebat untuk anak-anak Hebat pula.. 🙂

 

Entrepreneurship pada Anak.. Mengapa tidak? (bagian 1)

Ini sebagai catatan saya tetang bagaimana mengajarkan berwirausaha pada anak. Tapi saya bukan seorang pengusaha… mungkin itu yang ada dibenak para guru maupun orang tua sekalian. Oh no! buang jauh-jauh pikiran itu. Mengajarkan untuk berwirausaha pada anak tak harus anda menjadi seorang pengusaha terlebih dahulu. Yang kita butuhkan hanyalah strategi yang dapat mengenalkan anak wirausaha. Bukankah seorang pendidik harus mampu menerapkan role playing? Yup.. bermain peran.. 🙂 saya akan sedikit bercerita mengenai cara yang saya terapkan untuk dapat mengajarkan tentangga saya (kebetulan menemukan problem disitu hehe) yang kemudian menular ke adik saya, adiknya tetangga, kakaknya tetangga, dan seterusnya… hehehe…

Masalah ini pun tak sengaja saya temukan. Pada suatu hari tetangga saya, Ibu Dwi, iseng-iseng bermain kerumah saya. kebetulan juga saya sedang berada dirumah. kemudia, saya mendengar cerintanya mengenai Dhia, anaknya, yang masih duduk dibangku 1 SMP. suatu hari, sang ibu, bertanya pada Dhia tentang bagaimana caranya si Dhia tersebut bisa jajan lebih banyak dari uang saku yang telah diberikan oleh ibunya. Ibu Dwi tersebut bertanya dengan setengah menghardik, “Dhia, kok bisa kamu hari ini jajan banyak sekali ya? padahal uang saku mu kan cuma segitu! kamu mencuri ya?”. Dengan pelan anaknya menjawab, “Tidak bu.. uang saku 3000 yang ibu berikan tersebut, saya belikan bolpen di toko depan. satu bolpen harganya 1000, saya beli dua. trus sewaktu disekolah, bolpen tersebut saya jual lagi. satu bolpen saya saya jual 2000 jadi dua bolpen 4000 dan saya dapat untung 2000 lagi bu..”  Sang ibu pun tertegun, hah.. anakku ternyata…

Beberapa hari setelah mendengar cerita tersebut, saya kemudian bertemu dengan Dhia, iseng pun saya bertanya. “Dhia, kamu katanya jualan ya?”. Dhia mengangguk. Saya kemudian berpikir, bagaimana kalo saya beri saja dia investasi barang yang saya beli kemudian dia yang menjualnya, toh ya saya sekalian mengajarkannya untuk berwirausaha. Ide saya ini pun kemudian saya ungkapkan kepadanya. Dan tanpa pikir panjang lagi, Dhia mengiyakan maksud saya. Jadi, kami pun bermain peran, Saya sebagai agen/distributor/penyedia barang. hehehe… Dan Dhia sebagai sales/penjualnya dengan sasaran teman sekolahnya. Waaaw… kongsi kami pun dimulai. (bersambung…)

Teori Belajar Skinner (1904-1990)

Burrhus Frederic Skinner lahir 20 Maret 1904, di kota kecil Pennsylvania Susquehanna. Konsep-konsep yang dikemukakan Skinner tentang belajar lebih mengungguli konsep para tokoh sebelumnya. Ia mampu menjelaskan konsep belajar secara sederhana, namun lebih komprehensif. Menurut Skinner hubungan antara stimulus dan respon yang terjadi melalui interaksi dengan lingkungannya, yang kemudian menimbulkan perubahan tingkah laku, tidaklah sesederhana yang dikemukakan oleh tokoh-tokoh sebelumnya.

Menurutnya respon yang diterima seseorang tidak sesederhana itu, karena stimulus-stimulus yang diberikan akan saling berinteraksi dan interaksi antar stimulus itu akan mempengaruhi respon yang dihasilkan. Respon yang diberikan ini memiliki konsekuensi-konsekuensi. Konsekuensi-konsekuensi inilah yang nantinya mempengaruhi munculnya perilaku. Oleh karena itu dalam memahami tingkah laku seseorang secara benar harus memahami hubungan antara stimulus yang satu dengan lainnya, serta memahami konsep yang mungkin dimunculkan dan berbagai konsekuensi yang mungkin timbul akibat respon tersebut. Skinner juga mengemukakan bahwa dengan menggunakan perubahan-perubahan mental sebagai alat untuk menjelaskan tingkah laku hanya akan menambah rumitnya masalah karena perlu penjelasan lagi.

Dari eksperimen yang dilakukan B.F. Skinner terhadap tikus dan selanjutnya terhadap burung merpati menghasilkan hukum-hukum belajar, diantaranya :

  1. Law of operant conditining yaitu jika timbulnya perilaku diiringi dengan stimulus penguat, maka kekuatan perilaku tersebut akan meningkat.
  2. Law of operant extinction yaitu jika timbulnya perilaku operant telah diperkuat melalui proses conditioning itu tidak diiringi stimulus penguat, maka kekuatan perilaku tersebut akan menurun bahkan musnah.

Reber (Muhibin Syah, 2003) menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan operant adalah sejumlah perilaku yang membawa efek yang sama terhadap lingkungan. Respons dalam operant conditioning terjadi tanpa didahului oleh stimulus, melainkan oleh efek yang ditimbulkan oleh reinforcer. Reinforcer itu sendiri pada dasarnya adalah stimulus yang meningkatkan kemungkinan timbulnya sejumlah respons tertentu, namun tidak sengaja diadakan sebagai pasangan stimulus lainnya seperti dalam classical conditioning.

Seperti halnya kelompok penganut psikologi modern, Skinner mengadakan pendekatan behavioristik untuk menerangkan tingkah laku. Pada tahun 1938, Skinner menerbitkan bukunya yang berjudul The Behavior of Organism. Buku itu menjadi inspirasi diadakannya konferensi tahunan yang dimulai tahun 1946 dalam masalah “The Experimental an Analysis of Behavior”. Hasil konferensi dimuat dalam jurnal berjudul Journal of the Experimental Behaviors yang disponsori oleh Asosiasi Psikologi di Amerika (Sahakian,1970)

B.F. Skinner berkebangsaan Amerika dikenal sebagai tokoh behavioris dengan pendekatan model instruksi langsung (directed instruction) dan meyakini bahwa perilaku dikontrol melalui proses operant conditioning. Di mana seorang dapat mengontrol tingkah laku organisme melalui pemberian reinforcement yang bijaksana dalam lingkungan relatif besar.

Dalam beberapa hal, pelaksanaannya jauh lebih fleksibel daripada conditioning klasik. Gaya mengajar guru dilakukan dengan beberapa pengantar dari guru secara searah dan dikontrol guru melalui pengulangan dan latihan.

Menajemen Kelas menurut Skinner adalah berupa usaha untuk memodifikasi perilaku antara lain dengan proses penguatan yaitu memberi penghargaan pada perilaku yang diinginkan dan tidak memberi imbalan apapun pada perilaku yanag tidak tepat. Operant Conditioning adalah suatu proses perilaku operant (penguatan positif atau negatif) yang dapat mengakibatkan perilaku tersebut dapat berulang kembali atau menghilang sesuai dengan keinginan. Skinner membuat eksperimen sebagai berikut:

Dalam laboratorium Skinner memasukkan tikus yang telah dilaparkan dalam kotak yang disebut “skinner box”, yang sudah dilengkapi dengan berbagai peralatan yaitu tombol, alat pemberi makanan, penampung makanan, lampu yang dapat diatur nyalanya, dan lantai yang dapat dialiri listrik. Karena dorongan lapar (hunger drive), tikus berusaha keluar untuk mencari makanan. Selama tikus bergerak kesana kemari untuk keluar dari box, tidak sengaja ia menekan tombol, makanan keluar. Secara terjadwal diberikan makanan secara bertahap sesuai peningkatan perilaku yang ditunjukkan si tikus, proses ini disebut shapping.

Berdasarkan berbagai percobaannya pada tikus dan burung merpati Skinner mengatakan bahwa unsur terpenting dalam belajar adalah penguatan (reinforcement). Maksudnya adalah pengetahuan yang terbentuk melalui ikatan stimulus respon akan semakin kuat bila diberi penguatan. Skinner membagi penguatan ini menjadi dua yaitu penguatan positif dan penguatan negatif. Penguatan positif sebagai stimulus, dapat meningkatkan terjadinya pengulangan tingkah laku itu sedangkan penguatan negatif dapat mengakibatkan perilaku berkurang atau menghilang. Bentuk-bentuk penguatan positif adalah berupa hadiah (permen, kado, makanan, dan lain-lain), perilaku (senyum, menganggukkan kepala untuk menyetujuim bertepuk tangan, mengacungkan jempol), atau penghargaan (nilai A, juara 1 dan sebagainya). Bentuk-bentuk penguatan negatif antara lain: menunda / tidak memberi penghargaan, memberikan tugas tambahan atau menunjukkan perilaku tidak senang (menggeleng, kening berkerut, muka kecewa dan lain-lain). Beberapa prinsip Skinner antara lain:

  1. Hasil belajar harus segera diberitahukan kepada siswa, jika salah dibetulkan, jika bebar diberi penguat.
  2. Proses belajar harus mengikuti irama dari yang belajar.
  3. Materi pelajaran, digunakan sistem modul.
  4. Dalam proses pembelajaran, tidak digunkan hukuman. Untuk itu lingkungan perlu diubah, untukmenghindari adanya hukuman.
  5. Dalam proses pembelajaran, lebih dipentingkan aktifitas sendiri.
  6. Tingkah laku yang diinginkan pendidik, diberi hadiah, dan sebaiknya hadiah diberikan dengan digunakannya jadwal variabel Rasio rein forcer.
  7. Dalam pembelajaran digunakan shaping.

Beberapa kekeliruan dalam penerapan teori, Skinner adalah penggunaan hukuman sebagai salah satu cara untuk mendiskripsikan siswa menurut Skinner hukuman yang baik adalah anak merasakan sendiri konsekuensi dari perbuatannya misalnya anak perlu mengalami sendiri kesalahan dan merasakan akibat dari kesalahan. Penggunaan hukuman verba maupun fisik seperti: kata-kata kasar, ejekan, cubitan, jeweran justru berakibat buruk pada siswa.

Selain itu kesalahan dalam reinforcement positif juga terjadi di dalam situasi pendidikan seperti penggunaan rangking juara di kelas yang mengharuskan anak menguasai semua mata pelajaran. Sebaliknya setiap anak diberi penguatan sesuai dengan kemampun yang diperlihatkan sehingga dalam satu kelas terdapat banyak penghargaan sesuai dengan prestasi yang ditunjukkan para siswa; misalnya: penghargaan di bidang bahasa, matematika, fisika, menyanyi, menari, atau olahraga.